Platform kecerdasan buatan untuk verifikasi indikasi penipuan digital dan pemetaan intelijen scam berbasis data — dikembangkan untuk LAN Datathon 2026.
Kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun (Nov 2024–awal 2026). Masyarakat sering menerima pesan, tautan, rekening, atau QR code dan tidak yakin apakah aman — sementara laporan baru muncul setelah orang menjadi korban.
Model klasifikasi teks dilatih dari dataset publik (smishing & phishing, 20 ribu sampel) plus 4.200 contoh konteks Indonesia, mencapai F1 0,99 pada uji tahan data. Klasifikasi URL dilatih dari 300 ribu URL berlabel (F1 0,97).
Ketika tidak ada cukup data, sistem tidak pernah menyatakan "AMAN". Hasilnya "BELUM DIKETAHUI" disertai informasi faktual, agar pengguna memutuskan dengan benar — bukan dengan rasa aman palsu.